Cerita motivasi: pentingnya mengasah kapak

Pentingnya mengasah kapak

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan yang dapat manusia lakukan. Manusia mempunyai otak yang dengannya ia berpikir, manusia memiliki tangan yang dengannya manusia dapat membuat sesuatu, manusia mempunyai kaki yang dengannya manusia dapat berjalan dan berpindah tempat. Manusia memiliki mata, telinga, mulut dan lainnya sehingga dengan hal itu manusia bisa melakukan apapun yang dikehendakinya. Hal-hal tersebut semuanya pemberian tuhan yang adalah kemampuan manusia yang semestinya kita gunakan sebaik-baiknya.

Namun untuk menggunakan semua potensi itu tentunya diperlukan pelatihan atau ilmu tertentu agar potensi-potensi itu berkembang secara maksimal. Yah betul, potensi-potensi itu harus kita kembangkan. Salah satu cara mengembangkan diri adalah dengan menambah ilmu pengetahuan atau wawasan. Maka dari itu mari kita susun perencanaan untuk pengembangan diri. Buatlah program untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan kita, bisa dengan mengikuti kajian, kursus atau metode lainnya yang bisa kita lakukan. Lalu apa manfaat dari pengembangan diri ini?. Cerita dibawah ini mungkin bisa menjawabnya:

Suatu waktu, seorang penebang kayu sangat ingin mendapatkan pekerjaan di pedagang kayu dan ia mendapatkannya. Ia mendapatkan bayaran yang benar-benar baik dan begitu juga kondisi kerjanya. Untuk itu, penebang kayu itu bertekad untuk melakukan yang terbaik.

Bos memberinya sebuah kapak dan menunjukkan wilayah dimana ia seharusnya bekerja. 
Hari pertama, penebang kayu membawa 20 pohon. 

"Selamat," kata bos. "teruslah seperti itu!"

Sangat termotivasi oleh kata-kata bos, penebang kayu mencoba lebih keras lagi pada hari berikutnya, tapi ia hanya bisa membawa 15 pohon. Hari ketiga ia mencoba lebih keras, tapi ia hanya bisa membawa 10 pohon. 

Hari demi hari ia membawa kurang dan kurang pohon dari hari sebelumnya.

"Aku mulai kehilangan kekuatanku", pikir penebang kayu. Dia menemui bos dan meminta maaf, dan mengatakan bahwa ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

"Kapan terakhir kali kamu mengasah kapak?" Tanya bos.

"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya. Saya telah sangat sibuk berusaha untuk memotong pohon".

Hidup kita seperti itu. Kita kadang-kadang begitu sibuk sehingga tidak mempunyai waktu untuk mempertajam "kapak". Dalam dunia sekarang ini, tampaknya setiap orang sibuk dari sebelumnya, tetapi tidak bahagia.

Kenapa? Mungkin kita telah lupa bagaimana untuk tetap "tajam"? Tidak ada yang salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tapi kita tidak harus begitu sibuk sehingga kita mengabaikan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi kita, meluangkan waktu untuk mendekati Pencipta kita, memberikan lebih banyak waktu untuk keluarga, meluangkan waktu untuk membaca dan lainnya.

Kita semua perlu waktu untuk bersantai, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan tumbuh. Jika kita tidak mengambil waktu untuk mempertajam "kapak", kita akan menjadi kusam dan kehilangan efektivitas.
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 02:55:00