loading...

Cerita motivasi: menjadi apa yang anda percaya

Menjadi apa yang anda percaya

Dalam hidup kita sering dihadapkan pada sesuatu masalah yang harus dipecahkan. Masalah itu kadang berat kadang juga ringan. Misalkan saja masalah ringan seperti jendela kamar kita rusak. Lalu apa yang kita lakukan untuk memperbaikinya? Apakah kita sendiri atau menyuruh orang lain untuk memperbaikinya?. Jika kita sendiri yang memperbaikinya maka mungkin dalam hati ada pertanyaan :"apakah saya bisa memperbaikinya". Sebagian orang menjawab pertanyaan itu dengan jawaban bisa dan sebagian lainnya menjawab tidak bisa. Lalu apa perbedaaannya?.

Seorang yang menjawab tidak bisa, dia menanamkan rasa bahwa saya tidak akan bisa memperbaiki jendela itu, walaupun sebenarnya jika ia mencobanya maka mungkin saja dia dapat memperbaikinya. Namun karena dalam hatinya sudah tertanam bahwa saya tidak bisa memperbaiki maka ia menutup sendiri potensi yang ia miliki. Sebaliknya seorang yang menjawab bisa ia telah membuka kepercayaan diri bahwa saya bisa memperbaikinya. Ia akan memperbaikinya sendiri walaupun akhirnya mungkin saja ia gagal memperbaiki jendela itu. Namun dengan kegagalannya itu maka ia akan mendapat berbagai pelajaran yang dapat diambil.

Tuhan menciptakan manusia dengan semua sumber daya yang sangat melimpah. Manusia memiliki akal, tangan, kaki dan lainnya yang dengannya dapat melakukan berbagai hal. Namun bisa atau tidak melakukan itu tergantung pada kemauan dan kepercayaan diri yang ia tanam. Jadi manusia akan menjadi apa yang ia percayai. Cerita berikut menggambarkan bagaimana sesuatu akan menjadi apa yang ia percayai:

Suatu hari, di sebuah gunung besar ada sarang elang dengan 4 telur yang besar di dalamnya. Kemudian terjadilah gempa bumi yang mengguncang gunung dan menyebabkan salah satu telur jatuh ke sebuah peternakan ayam, yang terletak di lembah di bawahnya. 

Ayam tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang. Akhirnya, telur elang menetas dan elang yang indah lahir. Ayam mengangkat si elang menjadi ayam. Elang mencintai rumah dan keluarganya tapi sepertinya elang ingin menjadi lebih.

Suatu hari, elang melihat ke atas dan melihat sekelompok elang besar terbang melintasi awan. "Oh," seru elang, "Saya berharap saya bisa terbang seperti burung-burung itu."

Ayam tertawa terbahak-bahak, "Kamu tidak bisa terbang seperti itu. Kamu adalah ayam dan ayam tidak mungkin terbang". Elang terus menatap burung di atasnya sambil bermimpi bahwa ia bisa menjadi seperti mereka.

Setiap kali elang berbicara tentang mimpi-mimpinya, ia diberitahu oleh ayam bahwa itu tidak bisa dilakukan.

Itulah elang yang belajar untuk percaya. Akhirnya, elang berhenti bermimpi dan terus menjalani hidupnya sebagai ayam.

Akhirnya, setelah lama hidup sebagai ayam, elang meninggal.

Kita menjadi apa yang kita percaya. Jika kamu pernah bermimpi untuk menjadi elang, ikuti impian kita, bukan mengikuti kata-kata ayam.
loading...
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 00:24:00