Cerita motivasi: ada bunga disisi jalan

Ada bunga disisi jalan

Manusia diciptakan dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dengan tujuan untuk saling melengkapi. Namun kekurangan itu bukan berarti kita menjadi tidak percaya diri, sebab dengan kekurangan itu kita mesti belajar dan menggali ilmu sehingga kekurangan-kekurangan itu bisa diminimalkan.

Pada dasarnya, kekurangan dan kelebihan adalah pasangan karena selalu bersama-sama dan tak terpisahkan. Kelebihan adalah anugrah tuhan yang mesti disyukuri, namun kekuranganpun adalah anugrah yang juga harus disyukuri. Sebab, dengan kekurangan itu akan membuat manusia saling membutuhkan satu sama lain. Kelebihan akan membantu kekurangan mereka dan kelebihan akan melengkapi mereka yang memiliki kekurangan. Maka dari itu manusia diciptakan untuk saling melengkapi dan mengisi satu sama lain.

Dibalik kekurangan tersimpan kelebihan, misalkan saja seorang buta, walaupun dia tidak bisa melihat namun dia memiliki pendengaran yang sangat tajam. Dengan pendengarannya itu ia bisa berjalan melintasi jalan-jalan bahkan jalan raya dimana banyak kendaraaan melintas. Kita sendiri mungkin pernah melihat sendiri fenomone ini, dimana seorang buta hanya dengan memegang tongkat dapat berjalan disisi jalan raya tanpa mengalami bahaya sedikitpun.

Untuk lebih jelasnya tentang hal menarik dibalik kekurangan manusia, cerita dibawah ini mungkin akan menjawabnya:

Disebuah desa, terdapat seorang wanita tua yang memiliki dua ember besar. Tiap pagi ia gantungkan di ujung kayu yang ia gotong diatas punggungnya. Salah satu ember memiliki lubang di dalamnya sedangkan ember lainnya adalah sempurna dan selalu diisi dengan air penuh. Pada akhir perjalanan panjang menuju ke rumah, ember dengan lubang datang dengan hanya setengah air penuh.

Selama dua tahun, hal ini berlangsung setiap hari dengan wanita tua membawa pulang satu setengah ember air. Ember sempurna adalah kebanggaan prestasi. Ember berlubang adalah ketidaksempurnaan dan menyedihkan dan itu hanya bisa melakukan setengah dari apa yang bisa dilakukan.

Setelah 2 tahun, wanita tua menganggap itu sebagai sebuah  kegagalan, wanita itu berkata: "Saya malu pada diri sendiri karena lubang disisi ember menyebabkan air bocor keluar ke sisi jalan yang menuju ke rumah".

Wanita tua itu tersenyum, "Namun, apakah kau melihat bahwa ada bunga di sisi jalan itu, tapi tidak di sisi jalan yang lain?".

"Itu karena saya selalu tahu tentang kekurangan, jadi saya menanam bibit bunga di sisi ember yang berlubang, dan setiap hari saya berjalan pada posisi yang sama. Selama dua tahun saya dapat memetik bunga-bunga itu untuk menghiasi meja. Tanpa bunga ini, tidak akan ada keindahan dirumah ini".

Hal ini menunjukkan pada kita semua bahwa kekurangan itu unik. Seperti lubang atau cacat, namun masing-masing memiliki sesuatu yang menarik dan bermanfaat.
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 06:58:00