Cerita inspiratif: pengorbanan orang tua

Pengorbanan orang tua

Orang tua adalah orang yang melahirkan kita. Orang yang mengasuh kita semenjah bayi hingga kita dewasa. Orang yang mendidik kita, melindungi kita, dan sebagainya. Orang tua melakukan itu tanpa meminta apapun kepada anaknya. Ia melakukannya semata-mata karena rasa kasih sayang yang begitu besar kepada anaknya. Jadi bisa dibayang begitu besarnya pengorbanan orang tua kepada anaknya, Lalu seberapa besarkah pengorbanan orang tua kepada anaknya?. Cerita berikut mungkin bisa menjadikan bahan renungan betapa besarnya pengorbanan orang tua kepada anaknya:

Pada suatun malam, Siska bertengkar dengan ibunya, kemudian ia bergegas keluar dari rumah. Ketika dijalan, dia ingat bahwa dia tidak memiliki uang, bahkan untuk membeli pulsa HP saja tidak ada. 

Akhirnya, ia pergi ke toko mie. Karena mencium aroma masakan, Siska tiba-tiba merasa sangat lapar. Dia ingin makan semangkuk mie, tapi dia tidak punya uang!.

Penjual yang sedang berdiri bertanya: 

"Hei gadis kecil, kamu ingin makan mie?".
"Tapi ... tapi aku tidak membawa uang", Siska malu-malu menjawab.
"Gpp, aku akan memasak semangkuk mie buat kamu".

Beberapa menit kemudian penjual membawanya semangkuk mie yang masih panas. Baru beberapa suap Siska menangis.
"Ada Apa?", Penjual bertanya.
"Tidak ada. Saya hanya tersentuh oleh kebaikan Bapak!", Siska mengatakan sambil menyeka air matanya.
"Bahkan orang asing di jalan memberi saya semangkuk mie, dan ibu saya, setelah pertengkaran, menyuruh saya keluar dari rumah. Dia kejam!!". Lanjut Siska.

Penjual mendesah:
"Nak, mengapa kau berpikir begitu? Coba pikir lagi". Saya hanya memberi kamu semangkuk mie dan kamu merasa seperti itu. Ibumu telah mengasuh sejak kau masih kecil, mengapa kau tidak berterima kasih dan mendurhakai ibumu?".

Siska benar-benar terkejut mendengar itu.
"Mengapa aku tidak memikirkan itu? Semangkuk mie dari orang asing membuat saya merasa berhutang budi, dan ibu saya telah membesarkan saya sejak saya masih kecil dan saya tidak pernah berpikir sedikitpun".

Dalam perjalanan pulang, Siska berpikir apa yang harus dikatakannya kepada ibunya ketika ia tiba di rumah: "Bu, aku minta maaf. Aku tahu itu adalah kesalahan saya, mohon maafkan saya ... ".

Setelah menaiki tangga, Siska melihat ibunya khawatir dan lelah mencari ke mana-mana. Setelah melihat Siska, ibunya dengan lembut berkata: "Sis, masuk ke dalam. Kamu mungkin sangat lapar? Ibu memasak nasi dan menyiapkan makan ".

Tidak bisa mengendalikan lagi, Siska menangis di tangan ibunya.


Dalam kehidupan, kita kadang-kadang mudah untuk menghargai tindakan kecil dari orang lain di sekitar kita, tetapi untuk keluarga, terutama orang tua, kita melihat pengorbanan mereka sebagai masalah.

Cinta orangtua dan perhatian adalah hadiah paling berharga yang telah diberikan sejak lahir.

Orang tua tidak mengharapkan kita untuk membayar selama memelihara kita, tapi pernahkah kita menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orang tua kita?
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 02:37:00