Membuka esok hari yang lebih cerah

Esok hari yang lebih cerah

Masa depan adalah suatu waktu setelah sekarang. Entah itu sedetik kemudian, sehari kemudian, setahun kemudian atau lainnya.

Waktu memang terus berputar, tanpa kita sadari, berlalu begitu cepat. Hari ini kita menemui pagi maka tak terasa kita akan bertemu lagi pagi pada esok hari. Tapi itulah kehidupan dibumi ini. Kita tidak bisa melawan atau mencoba menghentikan waktu ini. Kita hanya bisa menjalankannya yang disertai dengan kegiatan-kegiatan tertentu yang memang harus dijalani. Lalu, pernahkah kita berpikir atau bertanya dalam hati "Hidup ini mau kemana?". Tentu pertanyaan ini hanya kita sendiri yang tahu. Bahkan sebagian orang mungkin bingung menjawab pertanyaan ini. Menjalani hidup yang penuh tanda tanya tentu menjadi tantangan yang selalu ada dihadapan kita.
Rasa cemas atau ketakutan sering muncul tanpa kita sadari. Tapi itu wajar, semua orang pasti mengalaminya. Tinggal kita menyikapinya dengan cara-cara yang benar. Kekhawatiran-kekhawatiran yang datang setiap hari tidak perlu membuat kita merana setengah mati. Justru jadikan kekhawatiran itu sebuah potensi. Yah, saya ingat perkataan seseorang yang mengatakan jadikan masalah itu potensi. Yah, potensi untuk bangkit, potensi untuk kreatif, potensi untuk bekerja keras dan sebagainya. Jangan jadikan masalah sebagai suatu malapetaka yang besar, membuat kita murung tak mau melakukan apapun.
Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi sejam kemudian, esok hari, minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Manusia hanya bisa bermimpi, berangan-angan, berusaha untuk menggapai masa dengan yang cerah. Yah, kita hanya bisa berusaha dan memang harus berusaha agar apa yang kita cita-citakan tercapai. Tidak mungkin menggapai cita-cita, jika kita hanya berdiam diri, merenung tanpa melakukan apapun. Berusahalah sesuai dengan apa yang kamu cita-citakan. 

Menatap Masa Depan (Oleh Ama Gusti Azis)

Melangkah demi satu langkah
Derap langkah kaki selalu menjelajah
Pikiran dan hati kadang goyah
Tapi mimpi berkata jangan menyerah

Ku berjalan diatas lintang dunia
Ku menatap dibawah sinar dunia
Terkadang cobaan melintas disekitar kita
Tapi hati berkata tak ada yang sia-sia

Pengorbananpun dilalui meskipun terkucurnya darah
Kesungguhanpun membuat kita menjadi resah
Terkadang detak jantung selalu bergulir cepat
Tapi mata berkata lakukanlah yang terbaik

Biarlah massa lalu membelah jiwa, anganku hanya sebatas mata
Biarlah massa lalu merobek pita, tapi masa depan membuka jiwa
Gerbang kesuksesan didepan mata
Meniti kehidupan yang selalu berputar
Tuhan tahu kalau kita pintar

(Puisi diambil dari http://www.lokerpuisi.web.id/2014/11/menatap-masa-depan-oleh-ama-gusti-azis.html)

Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 19:08:00