Lulus SPMB atau SBMPTN di jurusan pendidikan fisika UPI

Lulus SPBM atau SBMPTN di jurusan pendidikan fisika UPI
UPI singkatan dari Universitas Pendidikan Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di kota Bandung. Namun, kadang kala orang sering memplesetin istilah UPI ini yaitu Universitas Padahal IKIP.

Karena memang dahulunya UPI ini adalah IKIP yang merupakan institut yang khusus mencetak para guru. Posisi UPI dikota Bandung adalah di Jl. DR Setiabudhi, tepatnya didepan terminal Ledeng atau dekat dengan tempat tinggal Da'i terkenal yaitu KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang berada di daerah gegerkalong.
Tahun 2002 saya lulus dari SMAN 1 Sindang Indramayu, dan merupakan kebanggaan telah lulus dari sekolah SMA tapi juga merupakan kebimbangan karena harus menentukan akan kemana saya ini. Pada tahun itu juga saya mengikuti seleksi penerimaan mahasisa baru (SPMB yang sekarang mah SBMPTN, dan hasilnya adalah saya tidak diterima di dua jurusan yang saya pilih. Saya lupa apa jurusan dan universitas yang dipilih waktu itu. Namun itu bukan akhir dari segalanya. Justru hal itu menjadikan motivasi baru untuk menghadapi seleksi selanjutnya tahun depan. Selama menunggu seleksi selanjutnya saya tidak melakukan kegiatan apapun selama hampir 6 bulan. Saya hanya diam dirumah sambil menanti datangnya hari yang saya tunggu-tunggu.
Sekitar bulan pebruari tahun 2003, saya pergi ke Bandung dengan tujuan mengikuti Bimbingan Belajar di Ganesha Operation GO yang berada dijalan Purnawarman, yang didepan BEC itu. Saya tinggal dikontrakan yang berada gang depan jl Taman Sari. Inilah hari pertama saya berada di luar kampung halaman, jauh dari keluarga, saudara dan teman-teman di Indramayu. Hari-hari pertama saya merasakan kerinduan bertemu dengan orang tua dan kampung halaman, maklumlah mungkin karena belum terbiasa. Namun saya pun harus memikirkan masa depan yang harus dicapai. Dan Akhirnya saya bisa melalui masa-masa ini dengan sempurna. Selama mengikuti bimbel di GO ini, saya membuat jadwal selang seling, satu jam belajar satu jam santai, itu yang saya lakukan selama bimbel atau sekitar 4 bulan, maklumlah demi cita-cita.
Pada bulan Juli 2003, hari yang saya tunggu-tunggu datanglah. Hari itu adalah hari pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru. Lokasi seleksi ini berada di SMA Kartika yang ada dijalan Banda kota bandung. Saya mengawali tes ini dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi yaitu saya akan diterima di perguruan tinggi negeri. Pada waktu itu saya memilih 2 jurusan yaitu Pendidikan dokter gigi UNPAD dan Pendididkan Fisika UPI. Hari pertama saya lalui dengan cukup berhasil. Setelah selesai tes, yang mencoba mencari-cari kunci jawaban tes, dan saya dapat lalu saya cocokkan dengan jawaban yang saya buat. Ternyata Passing grade yang saya peroleh sekitar 42%, lumayan sih sebab dengan passing grade sebesar ini masih mungkin diterima di UNPAD yang passing grade tahun lalu cuma 40 %. Tetapi keberhasilan diterima di UNPAD ditentukan dihari kedua, saya harus memperoleh passing grade minimal sama dengan passing grade hari kedua. Ini memang sulit karena soal hari kedua dipastikan jauh lebih susyah dari hari pertama. Dan ternyata apa yang saya prediksikan benar. Saya cukup kewalahan menjawab soal-soal dan hanya mampu menjawab soal sekitar 30an dari total 75 soal. Setelah tes, saya sedikit kecewa karena target yang saya canangkan tidak berhasil dan saya sedikit khawatir jika nanti saya tidak diterima di perguruan tinggi negeri.
Setelah saya periksa, passing grade hari kedua hanya 20 %. Jadi kalau dijumlah dengan hari pertama maka 42 % + 20 % = 62 % atau 31 %, dibagi dua yah. Melihat hasil ini saya pesimis akan diterima di UNPAD jurusan pendidikan dokter gigi. Tapi saya masih optimis di terima di UPI jurusan pendidikan fisika karena passing grade tahun lalu hanya sekitar 27 % an lah.
Seminggu setelah tes, saya kembali ke kampung halaman dimana saya dilahirkan sembari menunggu pengumuman kelulusan SPMB. Saya bertemu kembali dengan orang tua dan saudara-saudara. Sekitar sebulan kemudian, hari pengumuman tes itu tiba. Sekitar jam 6an pagi saya langsung pergi ke toko koran, maklum takut kehabisan. Karena memang biasanya kalo ada pengumuman ini koran cepet habis. Dan waktu itu, cara melihat pengumuman baru sebatas menggunakan koran, belum menggunakan internet, maklum jaman dulu dan saya pun belum bisa menggunakannya. Setelah koran saya beli, lalu saya buka pengumuman hasil tes SPMB maka saya melihat nama saya tercantum di pengumuman seleksi itu. Saya diterima, Syaya senang, lalu saya kembali ke rumah untuk memberitahukan berita ini ke orang tua.
Akhirnya awal cita-cita saya tercapai!!
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 19:11:00