Rumus percepatan dan tegangan tali benda yang dihubungkan katrol

Salah satu penerapan hukum Newton adalah dua benda yang dihubungkan dengan katrol. Dua benda yang dihubungkan dengan katrol umumnya terdiri dari 2 macam, pertama benda pertama diletakkan pada tempat datar misalkan meja dan benda satunya lagi menggantung. Jenis kedua adalah dua benda sama-sama menggantung.

Dua benda yang dihubungkan dengan katrol

Untuk benda yang dihubungkan katrol seperti gambar diatas, berlaku rumus percepatan sebagai berikut:

Rumus percepatan benda yang dihubungkan katrol salah satunya menggantung

Keterangan:
a = percepatan (m/s2)
mB = massa benda B atau massa benda yang menggantung (kg)
mA = massa benda A (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Sedangkan untuk menghitung tegangan tali berlaku rumus:

T = mB a - mB . g

T = Tegangan tali (N).

Dua benda menggantung yang dihubungkan dengan katrol

Untuk dua benda menggantung yang dihubungkan dengan katrol seperti gambar diatas, berlaku rumus percepatan sebagai berikut:

Rumus percepatan dua benda menggantung yang dihubungkan katrol

mB adalah massa benda yang lebih besar dari massa benda A.

Sedangkan untuk menentukan tegangan tali, berlaku rumus:

T = mB . g - mB . a

atau

T = mA . g + mA . a

Untuk melihat penerapan rumus kedalam pemecahan soal klik Pembahasan soal gerak dengan katrol
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 10:19:00

Rumus gerak jatuh bebas dan waktu mencapai tanah

Gerak jatuh bebas dapat diartikan sebagai gerak yang lintasan lurus kebawah dengan kecepatan awal nol. Jadi gerak jatuh bebas mempunyai ciri sebagai berikut:
  1. Kecepatan awal nol.
  2. Gerak dipercepat sebesar percepatan gravitasi bumi.
Untuk menghitung kecepatan benda yang bergerak jatuh bebas menggunakan rumus:

v = g . t

atau

Rumus kecepatan gerak jatuh bebas

Keterangan:
v = kecepatan (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
t = waktu (s)
h = ketinggian (m).

Sedangkan untuk menghitung ketinggian benda yang bergerak jatuh bebas menggunakan rumus:

h = 1/2 . g . t2

Berdasarkan rumus tersebut, jika yang dicari adalah waktu untuk mencapai mencapai tanah, maka rumusnya sebagai berikut.

Rumus waktu mencapai tanah gerak jatuh bebas 

Untuk melihat penerapan rumus dalam pemecahan soal klik Contoh soal gerak jatuh bebas dan pembahasan
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 10:48:00

Rumus gerak vertikal ke atas dan ketinggian maksimum

Gerak vertikal ke atas dapat diartikan sebagai gerak yang lintasannya lurus ke atas. Gerak vertikal ke atas mempunyai ciri sebagai berikut:
  1. Gerak merupakan GLBB diperlambat.
  2. Besar perlambatan sebesar percepatan gravitasi bumi.
  3. Pada ketinggian maksimum, kecepatan benda nol.
Untuk menghitung kecepatan gerak vertikal ke atas menggunakan rumus dibawah ini:

v = v0 - g . t
v2 = v02 - 2 . g . h

Keterangan
v = kecepatan (m/s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi (10 m/s2)
t = waktu (s).
h = ketinggian (m)

Untuk menghitung ketinggian benda yang bergerak vertikal ke atas menggunakan rumus:

h = v0 . t - 1/2 . g . t2

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam gerak vertikal ke atas adalah waktu untuk mencapai ketinggian maksimum. Rumus waktu mencapai ketinggian maksimum sebagai berikut:

Rumus waktu mencapai ketinggian maksimum gerak vertikal

Sedangkan untuk menghitung ketinggian maksimum menggunakan rumus dibawah ini.

Rumus ketinggian maksimum gerak vertikal 

Untuk melihat penerapan rumus ke dalam pemecahan soal klik Pembahasan soal gerak vertikal ke atas
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 12:44:00

Rumus gaya berat dan gaya normal dalam fisika

Gaya berat dapat diartikan sebagai gaya gravitasi bumi sedangkan gaya normal adalah gaya yang terjadi ketika dua permukaan benda bersentuhan. Gaya berat mempunyai arah ke bawah menuju pusat bumi. Arah gaya normal adalah tegak lurus terhadap dua permukaan yang bersentuhan.

Gaya berat mempunyai rumus sebagai berikut:

w = m . g

Keterangan:
w = gaya berat (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Berdasarkan rumus tersebut, jika yang dicari massa benda, maka rumusnya:
m = w / g

Berbeda dengan gaya berat, rumus gaya normal tergantung pada letak benda. Jika benda diletakkan pada bidang datar maka rumus gaya normal sebagai berikut:

N = w = m . g

Dengan N menyatakan gaya normal yang satuannya Newton. 

Sedangkan jika benda diletakkan pada bidang miring,
Benda yang diletakkan pada bidang miring
maka rumus gaya normal yang berlaku seperti dibawah ini.

N = w cos θ = m . g cos θ

Dengan θ = sudut kemiringan. 

Jadi berdasarkan rumus tersebut, jika yang di cari gaya berat (w) maka rumusnya sebagai berikut:

w = N / cos θ 

Untuk untuk mempelajari penerapan rumus ke dalam pemecahan soal klik Contoh soal dan pembahasan gaya normal
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 14:06:00

Rumus kecepatan dan jarak pada GLBB

GLBB atau gerak lurus berubah beraturan dapat diartikan sebagai gerak pada lintasan lurus dengan percepatan tetap. Percepatan tetap menyatakan perubahan kecepatan sama dalam selang waktu yang sama. Jadi misalnya sebuah mobil bergerak dengan percepatan tetap 10 m/s2. Ini menunjukkan kecepatan mobil berubah sebesar 10 m/s tiap detiknya.

Pada GLBB berlaku rumus kecepatan sebagai berikut:

v = v0 + a . t

Keterangan:
v = kecepatan (m/s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
a = percepatan (m/s2)
t = waktu.
Tanda (a) positif jika GLBB dipercepat dan negatif jika GLBB diperlambat.

Berdasarkan rumus diatas, jika yang dicari percepatan (a) maka rumusnya:

Rumus percepatan pada GLBB

Jika yang dicari waktu (t) maka rumusnya sebagai berikut:

Rumus waktu pada GLBB

Selain menggunakan rumus pertama, untuk menentukan kecepatan pada GLBB dapat menggunakan rumus dibawah ini:

v2 = v02 + 2. a . s

Dengan s menyatakan jarak yang ditempuh benda yang bergerak GLBB.

Untuk menghitung jarak GLBB, maka rumus yang digunakan seperti dibawah ini:

s = v0 + 1/2 . a . t2

Untuk mempelajari penerapan rumus GLBB ke dalam pemecahan soal klik link Pembahasan soal GLBB
Ditulis oleh: Admin Hallo Blog Updated at : 12:49:00